PEMBUATAN BENANG SINTETIS

 -    Ringkasan proses Nylon 6 Melt Spinning

















Pendahuluan

Benang Nylon adalah benang sintetis. Bahan baku yang digunakan oleh pabrik pembuat benang Nylon berupa granular (butiran) Nylon 6, lazim disebut Chip.
Nylon berasal dari produk sampingan industri petrokimia (minyak bumi dan gas alam).
Bahan baku utama pembuatan Nylon 6 adalah Kaprolaktam yang diproduksi melalui proses kimia.

Proses membuat benang Nylon 6
Proses pembuatan benang Nylon dibagi dua tahap, yaitu:
1. Proses membuat POY (Partially Oriented Yarn).
2. Proses membuat FOY (Fully Oriented Yarn).

1. Proses membuat POY.
Chip yang sudah memenuhi standar kualitas dimasukkan kedalam hopper/tank penampung. Dari tank chip masuk ke dalam cylinder yang didalamnya ada screw. Cylinder diselimuti heater listrik yang panasnya mampu melelehkan chip menjadi polimer. Karena putaran dari screw maka polimer didorong mengalir (extrude) ke spin head. Oleh gear pump yang berada di spin head, polimer didorong sesuai takaran yang diinginkan menuju spin pack.

Di spin pack rantai molekul dari polimer masih berantakan (amorph). Kemudian polimer yang masih panas keluar melalui spinneret (lubang-lubang kecil) secara terus menerus tanpa putus. Oleh lubang-lubang spinneret ini rantai molekul mulai disejajarkan. Kemudian polimer tersebut keluar dari lubang spinneret, rantai molekulnya semakin sejajar akibat tarikan roll. Dan terbentuklah benang yang tingkat mulurnya masih sangat tinggi.

Selama penarikan, benang tersebut ditiup oleh udara dingin (14 derajat C) sehingga polimer menjadi padat (koagulasi), dan kemudian diberi oil (spin-finish-oil) untuk menghilangkan muatan listrik statis pada benang, akhirnya benang digulung pada bobbin

Hasil gulungan berupa benang yang disebut POY yaitu benang yang tingkat kemulurannya (elongation) masih sangat tinggi sekitar 300~400%.

2. Proses membuat FOY
POY hasil proses diatas didiamkan/dikondisikan (equilibrium) selama 10 sampai 20 jam di ruang khusus agar terjadi keseimbangan kandungan air (moisture content).

Setelah itu POY mengalami proses penarikan (drawing/drafting) di mesin draw twister dan atau mesing texturizer. Penarikan menjadikan benang dengan tingkat kemuluran (elongation) sebesar 30%.

Mesin draw twister berfungsi menggintir (twisting) benang sambil penarikan (drafting), hasilnya adalah benang DTY (Drawn Twisting Yarn) yang sudah berorientasi penuh (Fully Oriented Yarn / FOY).

Mesin texturizer memproses POY menjadi FOY bertekstur bulky. Prosesnya, sambil penarikan (drafting) benang ditembak pakai udara bertekanan sangat tinggi yang keluar dari nozle. Benangnya bernama Texturized Yarn.

Critical to Quality (CtQ) Nylon 6
CtQ adalah suatu hal sangat penting untuk kualitas. Untuk proses Nylon ada beberapa CtQ yang wajib menjadi perhatian, diantaranya:

1. Moisture chip
2. Kontinuitas suplai chip.
3. Rpm extruder
4. Temperatur cylinder extruder
5. Temperatur spin head
6. Temperatur spin pack
7. Sand filter
8. Mesh filter
9. Spinneret hole
10. Pack pressure.
11. Hot distance
12. Temperatur quenching air
13. Kecepatan quenching air
14. Kerataan quenching air
15. Rpm goded roll
16. Spin finish oil
17. Draft ratio proses drawing
18. Tekanan udara keluar dari nozzle
19. Yarn oiling
20. Number of twist
21. Number of knot
22. Denier
23. Strength
24. Elongation
25. U%
26. Dye ability
27. Cross section
28. Pirn weight


QA QC
QA (Quality Assurance) adalah serangkaian kegiatan untuk memastikan kualitas proses. Fokusnya pada proses dan prosedur.

Secara manual dilakukan oleh operator menggunakan check sheet.

Secara otomatis misalnya; memasang recorder di mesin, memasang alat indikator di mesin, memasang alat alarm di mesin, memasang alat kontrol di mesin. Misalnya untuk temperatur saja ada alat Temperatur Recorder (TR), Temperatur Indicator (TI), Temperatur Alarm (TA), Temperator Control (TC), Temperatur Indicator Control Alarm (TICA).

QC (Quality Control) adalah serangkaian kegiatan untuk memastikan kualitas produk. Ini adalah serangkaian prosedur pengujian yang dilakukan untuk memverifikasi bahwa produk memenuhi persyaratan kualitas.

Secara manual dapat dilakukan dengan melihat bentuk gulungan benang, kerataan permukaan dan samping gulungan benang, besar kecilnya gulungan benang, jumlah knot serta jumlah filament

Verifikasi dapat pula dilakukan di laboratorium menggunakan alat seperti untuk berat gulungan, U%, strength, elongation, dye ability, denier, kekuatan tekuk, dll.


Lean
Lean adalah nilai (value) dari suatu kegiatan apakah kegiatan tersebut ada nilai tambah (VA / Value_Added) atau tidak ada nilai tambah (NVA / Non_Value_Added).

Semakin tinggi VA semakin kecil NVA berarti semakin berkurang pemborosan (waste). Karena itu hindari kegiatan yang tidak perlu seperti menguji seluruh benang di laboratorium; cukuplah uji random sampling saja sesekali atau secara berkala dengan jumlah sample seminimum mungkin.

Benang yang didoffing langsung saja masukkan kedalam kardus (packing), tidak perlu menunggu dirajut stoking terlebih dahulu, jangan buang-buang waktu dan tenaga, alias jangan melakukan pemborosan (NVA).***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar